Strategi Pembelajaran Mandiri Berstruktur

20.03





1.    Pengertian Strategi Pembelajaran
Pendidikan Agama Islam disebutkan dalam Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam SD dan MI adalah : Pendidikan agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, mengimani, bertakwa, berakhlak mulia, mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber utamanya kitab suci Al-Quran dan Hadits, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, serta penggunaan pengalaman.[1] Mengingat pentingnya pendidikan bagi anak juga dinyatakan dalam ayat Al-Qur’an yaitu sesuai dengan firman Allah SWT berikut:
Artinya:    Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (Qs: Al Mujaadilah: 11)

9
 
Dalam mengajarkan materi pelajaran, maka guru harus mempunyai cara yang dapat menarik minat dan perhatian murid  untuk memperhatikan pelajaran. Materi pelajaran yang dipelajari dengan motivasi yang besar akan lebih mudah dipelajari dan dimengerti oleh murid .
Hartono mengemukakan Strategi pembelajaran adalah pola yang digunakan guru dan murid  agar terciptanya proses pembelajaran.[2] Selanjutnya Suryosubroto mengatakan bahwa metode mengajar adalah merupakan salah satu cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan murid pada saat berlangsungnya pengajaran.[3]
Slameto mengemukakan bahwa metode secara sederhana berarti cara. Metode adalah cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Belajar bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan, sikap, kecakapan, dan keterampilan, cara-cara yang dipakai itu akan menjadi kebiasaan.[4]
Berdasarkan beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa metode adalah cara yang dipergunakan guru dalam mencapai tujuan yang ditetapkan pada saat berlangsungnya pengajaran. Oleh karena itu metode mengajar yang baik adalah metode yang dapat menumbuhkan kegiatan belajar murid .

2.    Pembelajaran Mandiri Berstruktur
Martinis Yamin mengatakan bahwa belajar mandiri sama dengan belajar individual. Belajar mandiri adalah upaya individu secara otonomi untuk mencapai kemampuan akademis. Namun demikian skinner mengatakan bahwa belajar individual bukan belajar mandiri, akan tetapi sistem belajar individual merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengembangkan dan meningkatkan proses belajar mandiri murid .[5] jadi, proses belajar mandiri yang murid lakukan akan berhasil bila menggunakan sistem belajar individual.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           
Hamzah B. Uno menyatakan bahwa metode belajar yang sesuai kecepatan juga di sebut belajar mandiri, pengajaran sendiri, atau belajar dengan mengarahkan diri sendiri. Meskipun semua istilah ini mempunyai arti yang berbeda, ciri penting bagi murid adalah tanggung jawab sendiri, sesuai dengan kecepatan sendiri, dan belajar yang berhasil. Semuanya berdasarkan pada sasaran belajar khusus dan bermacam-macam kegiatan dengan beraneka sumber belajar yang berkaitan. Sebagaimana yang telah anda ketahui, semua ini merupakan unsur penting dalam proses perancangan pengajaran.[6] Murid akan belajar sesuai dengan kecepatannya jika dia belajar dengan mandiri jadi dapat mengarahkan dirinya sendiri. Sehingga murid mempunyai tanggung jawab pada dirinya untuk lebih giat dalam belajar dn berhasil.
Supandi mengatakan bahwa penilaian diri atau self evaluation dipandang sebagai motivasi untuk belajar selanjutnya. Motivasi adalah pendorong yang sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar yang hadir pada diri murid. Dengan demikian, proses belajar murid ini tidak semata-mata dirangsang dari luar dirinya tetapi juga ada dorongan batin dirinya sendiri. Murid dapat belajar secara mandiri dan sesuai dengan kecepatan belajarnya.[7] Murid akan berhasil dalam proses belajar dengan mempunyai motivasi tinggi dari dalam dirinya untuk belajar. Dengan demikian siswa dapat belajar secara mandiri sesuai dengan kecepatan masing-masing murid.
3.    Langkah-Langkah Pembelajaran Mandiri Berstruktur
Langkah-langkah yang dapat diterapkan dalam pembelajaran mandiri berstruktur :Buatlah suatu format program yang berisikan hal-hal berikut
-         tugas gerak/sub pokok bahasan
-         kriteria tahap pencapaian
1)                       Berikan penjelasan dan persiapan yang cukup memadai sehingga murid mampu menyelesaikan program itu dengan seksama.
2)                       Tetapkanlah waktu-waktu monitoring dan berikanlah bantuan pada mereka yang mengalami kesulitan
3)                       Bila murid-murid itu telah menyelesaikan programnya, hendaknya mereka mengkaji ulang di depan kelas dan guru kemudian menetapkan siapa yang harus melanjutkan atau yang harus mengulang. Hal ini dilakukan pada saat-saat permulaan pelaksanaan metode program sampai murid mampu menetapkan sendiri laju belajarnya.[8]



[2] Hartono. Strategi Pembelajaran. (Pekanbaru.LSFK2P, 2001), h. 3
[3] Suryosubroto. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. (Jakarta. Rineka Cipta, 2002), h. 43
[4] Slameto. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. (Jakarta. Rineka Cipta, 2003),h. 82
[5] Martinis Yamin. Kiat Membelajarkan Murid. (Jakarta. Gaung Persada Press, 2007), h. 115
[6] Hamzah B. Uno. Profesi Kependidikan. (Jakarta: Bumi Aksara, 2007), h. 51
[7] Supandi. Loc. Cit
[8]  Ibid, h. 37

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook