Strategi Information Search dalam Pembelajaran

19.10




A.  Pengertian Strategi Pembelajaran
Menurut kamus besar bahasa Indonesia strategi adalah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus, dan tempat yang baik menurut siasat perang.[1]
Bambang Warsita menjelaskan Strategi adalah ; a) ilmu siasat perang; b) siasat perang; c) bahasa pembicaraan akal (tipu muslihat) untuk menciptakan suatu maksud atau jujuan tertentu. Maka strategi identik dengan teknik, siasat perang, namun apabila digabungkan dengan kata pembelajaran (strategi pembelajaran) dapat dipahami sebagai suatu cara atau seperangkat cara atau teknik yang dilakukan dan ditempuh oleh seorang guru atau peserta didik dalam melakukan upaya terjadinya suatu perubahan tingkah laku atau sikap.[2]
8
 
Lebih lanjut Bambang Warsita menjelaskan strategi pembelajaran terdiri atas seluruh komponen materi pembelajaran dan prosedur atau tahapan kegiatan belajar atau digunakan oleh guru dalam rangka membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Oleh karena itu, strategi pembelajaran bukan hanya terbatas pada prosedur atau tahapan kegiatan belajar saja, melainkan termasuk juga pengaturan materi atau paket program pembelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik.[3]
Sedangkan Syaiful Bahri Djamarah menjelaskan bahwa strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan guru anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Oleh karena itu, dapat dikemukakan empat strategi dasar dalam proses belajar mengajar yaitu sebagai berikut:
a.     Mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan keperibadian anak didik sebagaimana yang diharapkan.
b.    Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat
c.     Memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya
d.    Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik buat penyempurnaan sistem intruksional yang bersangkutan secara keseluruhan.[4]

Hal senada Menurut Oemar Hamalik ada beberapa karakteristik strategi pembelajaran, yaitu sebagai berikut :
a.     Strategi pembelajaran mendayagunakan teknologi pendidikan secara efektif, baik yang berkenaan dengan penggunaan media instruksional maupun yang berkenaan dengan pendayagunaan  komputer dalam sistem instructional.
b.    Strategi pembelajaran mendayagunakan berbagai bentuk modular yang memberi kesempatan kepada para siswa untuk lebih banyak belajar mandiri.
c.     Strategi pembelajaran berdasarkan pengalaman, dalam arti para siswa berperan aktif dalam kegiatan pengalaman  sendiri atau pengalaman dalam bentuk permainan dan simulasi.
d.    Strategi pembelajaran memberi kesempatan kepada siswa untuk memecahkan masalah sendiri melalui kegiatan inkuiri dan diskoveri atau kebijakan.
e.     Strategi pembelajaran memungkinkan siswa sebagai pusat kegiatan dalam bentuk debat untuk memperbincangkan dan belajar mempertahankan konsep serta pendirian sendiri dari tim.
f.      Strategi pembelajaran menitikberatkan penguasaan bahan belajar secara tuntas sehingga menuntut kegiatan belajar individual dan kelompok sercara bervariasi.
g.     Strategi pembelajaran mendayagunakan tenaga guru sebagai suatu regu pendidikan yang bertanggung jawab membimbing sekelompok siswa.
h.    Strategi pembelajaran mempertimbangkan dan berpijak pada kelompok siswa dianggap memiliki sifat dinamis sehingga pengajaran tidak hanya memperhatikan aspek pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga aspek kesehatan mental dan proses sosialisasi.
i.       Strategi pembelajaran berangkat dan berlangsung berdasarkan prinsip keerpaduan yang dilaksanakan baik pada tingkat makro, mikro, struktural, maupun interaksi individual.[5]

Lebih lanjut Made Wena menjelaskan strategi pembelajaran sangat berguna, baik guru maupun siswa. Bagi guru, strategi pembelajaran dapat dijadikan pedoman dan acuan bertindak yang sistematis dalam pelaksanaan pembelajaran. Bagi siswa penggunaaan strategi pembelajaran dapat mempermudah proses belajar (mempermudah dan mempercepat memahami isi pembelajaran), karena setiap strategi pembelajaran dirancang untuk mempermudah proses belajar siswa.[6]
Dari beberapa pendapat di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa strategi pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan pembelajaran yang harus dipersiapkan oleh seorang guru guna mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah meningkatkan minat belajar Pendidikan Agama Islam. Sedangkan strategi yang diterapkan adalah Strategi Information Search.

B.  Strategi Information Search
Menurut kamus besar bahasa Indonesia strategi adalah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus, dan tempat yang baik menurut siasat perang.[7] Information menurut kamus besar bahasa Inggris adalah pemberitahuan, keterangan, dan penerangan.[8] Sedangkan Search adalah pencarian, penggeledahan, dan mencari.[9]
Berdasarkan pendapat di atas, dapat dipahami Strategi Information Search merupakan rencana yang cermat untuk mencari informasi tentang sesuatu.
Sedangkan menurut Hisyam Zaini strategi Information Search merupakan cara belajar secara berkelompok untuk mencari informasi (biasanya mencakup dalam pelajaran) untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru kepada siswa.[10]
Ada beberapa langkah-langkah Strategi Information Search yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, yaitu :
a.     Guru membuat beberapa pertanyaan yang dapat dijawab dengan mencari informasi yang dapat ditemukan dalam buku teks yang bisa diakses siswa.
b.    Guru membentuk siswa menjadi kelompk kecil antara 3 – 4 orang siswa.
c.     Guru membagikan pertanyaan-pertanyaan tersebut kepada setiap kelompok kecil.
d.    Guru meminta siswa menjawab pertanyaan secara individu
e.     Agar kompetisi antar kelompok dapat diciptakan untuk meningkatkan pertisipasi, guru meminta setiap kelompok kecil untuk menjawab pertanyaan tersebut.
f.      Guru memberikan komentar atas jawaban yang diberikan siswa.[11]
Sedangkan Silbermen menjelaskan prosedur Strategi Information Search adalah sebagai berikut :
a.     Buatlah sekumpulan pertanyaan yang dapat dijawab dengan mencari informasi yang bisa ditemukan dalam bukum sumber yang  telah Anda bagikan kepada siswa. Materi sumbernya bisa mencakup :
1)    Buku pegangan Dokumen.
2)    Buku teks
3)    Panduan Referensi
4)    Informasi yang diakses melalui komputer
b.    Bagikan pertanyaan-pertanyaan tentang topiknya.
c.     Perintahkanlah siswa untuk mencari informasi dalam tim-tim kecil. Kompetensi yang bersahabat bisa diwujudkan untuk mendorong partisipasi.
d.    Bahaslah jawabannya di depan kelas. Perluaslah jawabannya guna memperluas cakupan pembelajaran.[12]
Lebih lanjut Silbermen menjelaskan ada beberapa variasi Strategi Information Search yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, yaitu :
a.     Buatlah pertanyaan yang mendorong siswa untuk menjawab pertanyaan dengan cara menyimpulkan sumber informasi yang tersedia.
b.    Selain mencari jawaban pertanyaan, siswa  bisa juga diberi tugas seperti pemecahaan masalah atau tugas dimana siswa harus mencocokkan atau merangkai kata-kata yang menyimpulkan poin-poin penting dari sumber bacaan.[13]
Perbedaan pendapat Hisyam Zaini dengan pendapat Melvin L. Silbermen tentang langkah-langkah Strategi Information Search adalah dalam pembagian kelompok. Hisyam Zaini menjelaskan pembagian kelompok sebelum memberikan pertanyaan, dan pertanyaan dijawab secara individu terlebih dahulu, kemudian baru secara kelompok, sedangkan Melvin L. Silbermen pembagian kelompok setelah diberikan pertanyaan, dan pertanyaan hanya dijawab secara kelompok.
Namun dari perbedaan tersebut, inti pelaksanaannya menunjukkan maksud yang sama.  Tetapi, dalam penelitian ini penulis berpedoman dari pendapat Hisyam Zaini.

C.  Keunggulan dan Kelemahan Strategi Information Search
Hisyam Zaini menjelaskan adapun keunggulan strategi Information Search adalah :
a.     Dapat membantu pelajaran untuk lebih menghidupkan materi yang dianggap kering.
b.    Meningkatkan minat belajar siswa yang telah hilang.
c.     Dapat mendorong partisipasi antar siswa dalam belajar.[14]
Sedangkan kelemahan strategi Information Search adalah sulitnya bagi guru untuk membuat pertanyaan yang sesuai dengan kebutuhaan dan kemampuan siswa. Kelemahan yang lain adalah jika dalam kelompok kecil biasanya hanya didominasi oleh siswa tertentu saja, sedangkan siswa yang lain banyak diam. [15]
Usaha untuk mengatasi kelemahan tersebut adalah dengan cara meningkatkan pengawasan ketika siswa mencari jawaban atas pertanyaan yang diberikan, agar siswa dapat mencari jawaban dengan saling bekerjasama bukan didominasi oleh siswa tertentu saja.




[1] Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta, Balai Pustaka, 2002),hlm. 1092
[2] Bambang Warsita, Teknologi Pembelajaran Landasan & Aplikasnya, (Jakarta: PT.Rineka Cipta, 2008), hlm. 267-268
[3] Ibid.
[4] Syaiful Bahri Djamarah,  Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), hlm. 5-6
[5]  Oemar Hamalik, Pendekatan Baru Strategi Belajar Mengajar Berdasarkan CBSA, (Bandung: Sinar Baru Algesindio, 2009), hlm. 2-3
[6] Made Wena, StrategiPembelajaran Inovatif Kontemporer, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), hlm.3
[7] Depdikbud, Loc.Cit.  
[8] Diana Keaton, Kamus Lengkap 5 Miliyar Inggris-Indonesia, Indonesia-Inggris, (Jakarta: Garda Media, 2005), hlm. 177
[9] Ibid, hlm. 298
[10] Hisyam Zaini dkk, Hisyam Zaini dkk, Strategi Pembelajaran Aktif, (Yogyakarta: CTSD, 2007), hlm. 51
 Loc.Cit.
[11] Ibid. hlm. 51
[12] Melvin L. Silbermen, Active Learning 101 Cara Belajar Siswa Aktif, (Bandung: Nusa Media, 2009), hlm. 164-165
[13] Ibid. hlm. 165
[14] Ibid.
[15] Ibid. hlm. 166

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook