Media Pembelajaran Picture And Picture
19.54
a. Pengertian Media
Media adalah bentuk komunikasi
baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya. Media hendaknya dapat
dilihat, didengar dan dibaca.[1] Pendapat
ini diperkuat oleh pendapat yang dikemukakan oleh Azhar Arsyad secara sederhana
media diartikan sebagai alat yang menyampaikan atau pesan-pesan pembelajaran.[2]
Lebih lanjut media adalah berbagai jenis
komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya belajar. Sementara itu
Briggs juga dalam Arief S. Sadiman dkk bahwa media adalah segala alat fisik yang
dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Buku, film, kaset,
film bingkai adalah contoh-contohnya.[3]
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut,
jelas bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan
pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan,
perhatian minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar
terjadi.
b. Jenis-Jenis Media
Dalam proses pengajaran ada beberapa jenis
media pengajaran yang biasa digunakan. Pertama, media grafis seperti gambar,
foto, grafik, bagan atau diagram, poster, kartun, komik dan lain-lain.[4] Media
grafis sering juga disebut media dua dimensi, yakni media yang mempunyai ukuran
panjang dan lebar. Kedua, media tiga dimensi yaitu dalam bentuk model seperti
model padat (solid model), model
penampang, model susun, model kerja dan lain-lain. Ketiga, media proyeksi
seperti slide, film strips, film, penggunaan OHP dan lain-lain. Keempat
penggunaan lingkungan sebagai media pengajaran.
Hal senada juga dinyatakan oleh Brets
dalam R. Ibrahim membuat klasifikasi media pengajaran berdasarkan adanya tiga
ciri, yaitu : suara (audio), bentuk (visual) dan gerak (motion). Atas dasar ini Brets
mengemukakan beberapa kelompok media, sebagai berikut :
1) Media
audio-motion-visual, yakni media yang
mempunyai suara, ada gerakan dan bentuk objektif dapat dilihat. Media semacam
ini paling lengkap. Jenis media yang termasuk kelompok ini adalah televisi,
video tape dan film bergerak.
2) Media
audio still visual, yakni media yang mempunyai suara, objeknya dapat dilihat,
namun tidak ada gerakan, seperti film strip bersuara, slide bersuara dan
rekaman televisi dengan gambar tak bergerak.
3) Media
audio semi motion, mempunyai suara dan gerakan, namun tidak dapat menampilkan
suatu gerakan secara utuh. Contoh papan tulis jarak jauh atau tele blackboard.
4) Media
motion visual, yani media yang mempunyai gambar objek bergerak, tapi tanpa
mengeluarkan suara, seperti film bisu yang bergerak.
5) Media
still visual, yakni ada objek namun tidak ada gerakan seperti film strip dan slide
tanpa suara.
6) Media
audio, hanya menggunakan suara, seperti radio, telepon, dan audio tape.
7) Media
cetak yang tampil dalam bentuk bahan-bahan tercetak/ tertulis seperti buku,
modul dan pamflet.[5]
c. Pengertian Media Picture
A Picture
Media Picture and Picture
adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan atau diurutkan
menjadi urutan logis. Dengan penggunaan metode ini diharapkan guru lebih
mengetahui kemampuan masing-masing siswa, melatih berpikir logis dan
sistematis.
Adapun
langkah-langkah dalam metode pembelajaran Picture and Picture dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin
dicapai.
2) Menyajikan materi sebagai pengantar.
3) Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar
yang berkaitan dengan materi.
4) Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian
memasang/ mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis.
5) Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan
gambar tersebut.
6) Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai
menanamkan konsep/ materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.
7) Kesimpulan/rangkuman.[6]
Berdasarkan
penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran Picture and
Picture adalah merupakan metode
mengajar dengan menggunakan gambar. Dengan demikian metode pembelajaran Picture
and Picture diharapkan dapat
menarik perhatian siswa dalam proses pembelajaran kemudian dapat mendorong
minat siswa untuk lebih memperhatikan pelajaran. Selanjutnya metode
pembelajaran Picture and Picture
juga merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaraan yang memusatkan
pembelajaran pada keikutsertaan siswa secara aktif karena dalam pembelajaran
ini siswa dituntut untuk melakukan kegiatan sesuai dengan instruksi guru,
disamping guru
Dalam proses pembelajaran ada beberapa
langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam penggunaan media gambar yaitu:
a.
Objektifitas
Unsur subjektifitas enzim
dalam memilih media pengajaran harus dihindarkan. Artinya guru tidak boleh
memilih media atas dasar kesenangan pribadi, media pengajaran menunjukkan
keaktifan dan efesien yang tinggi maka guru jangan bosan menggunakannya.
b.
Program
pengajaran
Program pengajaran yang akan disampaikan kepada anak didik
harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku baik isinya atau strukturnya.
c.
Kualitas
teknis
d.
Situasi
dan kondisi
e.
Keefektifan
dan efesien penggunaan media
Keefektifan berkenaan dengan hasil belajar yang dicapai,
sedangkan efisiensi berkenaan dengan proses pencapain hasil belajar.[7]
Ada beberapa keunggulan dalam model
pembelajaran Picture And Picture,
yaitu sebagai berikut :
1)
Guru
lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa.
2)
Melatih
berpikir logis dan sistematis.[8]
Sedangkan kelemahan dari model
pembelajaran Picture and Picture yaitu
sebagai berikut:
1)
Memakan
banyak waktu
2)
Banyak
siswa yang pasif.[9]
[1] Arief S.
Sadiman. Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. (Jakarta
: Rajawali Perss, 2006), hlm. 6
[2] Ibid,
[3]Ibid,
[4] Nana Sudjana, Dasar-Dasar Belajar Mengajar, (Bandung
: Sinar Baru, 1989), hlm. 3
[5] R Ibrahim dan Nana Syaodih. Perencanaan Pengajaran. (Jakarta : Rineka Cipta, 2003),
hlm. 114
[6] Tim Pustaka Yustisia, Panduan Lengkap KTSP, (Jakarta:
Pustaka Yustisia, 2007), hlm. 165
[7] Syaiful
Bahri Djamarah, Strategi Bejar Mengajar, Rineka Cipta, Jakarta, 2002, hlm. 45
[8] Ibid,
[9] http://www.scribd.com/doc/45676778/Macam-Model-Pemb



0 komentar