10 Rumusan Tujuan Pendidikan Islam menurut Para Ahli

01.39





1.      M. Athiyah al-Abrasyi
Ada lima tujuan bagi pendidikan Islam; (1) untuk mengadakan pembentukan akhlak yang mulia, (2) persiapan untuk kehidupan dunia dan akhirat, (3) persiapan untuk mencari rezeki dan pemeliharaan segi manfaat, atau yang lebih dikenal dengan tujuan-tujuan vokasional dan professional, (4) menumbuhkan semangat ilmiyah pada pelajar dan memuaskan keinginan tahu (curiosity) dan memungkinkan ia mengakaji ilmu demi ilmu itu sendiri, dan (5) menyiapkan pelajar dari segi professional, dan teknikal, serta pertukangan supaya dapat dapat menguasai profesi tertentu agar ia dapat mencari rezeki dalam hidup di samping memelihara segi kerohanian dan keagamaan. (M. Athiyah al-Abrasyi, Al-Tarbiyah al-Islamiyah wa falsafatuha (Qahirah: Isa al-Babi al-Halabi, 1969), h. 71).
2.      Ali Ashraf
Ada tujuh tujuan pendidikan Islam adalah; (1) mengembangkan wawasan spiritual yang semakin mendalam, serta mengembangkan pemahaman rasional mengenai Islam dalam konteks kehidupan modern. (2) Membekali anak muda dengan berbagai pengetahuan dan kebajikan, baik pengetahuan praktis, kekuasaan, kesejahteraan, lingkungan social, dan pembangunan nasional. (3) Mengembangkan kemampuan diri anak didik untuk menghargai dan membenarkan superioritas komparatif kebudayaan dan peradaban islami di atas kebudayaan lain. (4) Memperbaiki dorongan emosi melalui pengakaman imajinatif. (5) membantu anak berpikir logis dan membimbing pemikirannya secara bijak. (6) Mengembangkan wawasan relasional dan lingkungan. (7) Mengembangkan, menghaluskan, dan memperdalam kemampuan berkomunikasi dalam bahasa tulis dan bahasa lisan. (lihat: Ali Ashraf, Horizon Baru Pendidikan Islam (terj.), (Jakarta: Firdaus, 1989), h. 150).
3.      World Conference on Muslim Education Pertama di Mekkah pada tanggal 31 Maret sampai 8 April 1977
“Education should aim at balanced growth of the total personality of man through the training of mans spirit, intellect, the rational self, feeling and bodily senses, education should there fore cater for the growth of man in all its aspects, spiritual, intellectual, imaginative, physical, scientific, linguistic, both individually and collectively and motivate all these aspects towards goodness and the attainment of perfection. The ultimate aim of Muslim education lies in the realization of complete submission to Allah on the level of individual, the commenity and humanity at Large”.Artinya: Pendidikan harus ditujukan pada pertumbuhan yang seimbang dari seluruh kepribadian manusia melalui latihan atas jiwa, akal, diri rasional,  perasaan, dan indra-indra jasmaniahnya. Oleh karena itu, pendidikan harus mendukung pertumbuhan manusia dalam semua aspeknya, spiritual, intelektual,  imajinatif, fisik, ilmiah, linguistik, baik secara individual maupun kolektif dan mendorong semua aspek ini menuju kebaikan dan pencapaian kesempurnaan. Tujuan akhir dari pendidikan Islam adalah merealisasikan kepasrahan penuh pada  Allah pada tingkat individual, komunitas dan umat. (lihat: Hasan Langgulung, Asas-Asas Pendidikan Islam, Jakarta: Pustaka Al-Husna, 1988, hal. 308).
4.      Imam Al-Ghazali
Tujuan umum pendidikan Islam mengarah kepada dua sasaran. Pertama, kesempurnaan manusia, yang puncaknya adalah taqarrub(mendekatkan diri) kepada Allah. Kedua, kesempurnaan manusia, yang puncaknya adalah kebahagiaan dunia dan akhirat.51Oleh karena itu, tujuan pendidikan Islam dalam pandangan al-Ghazali adalah untuk mencapai dua tujuan tersebut sekaligus.(Lihat: Fathiyah Hasan Sulaiman, Konsep Pendidikan Al-Ghazali, terj. Ahmad Hakim dan Imam Aziz, Jakarta: P3M,1986), hal. 19-20).
5.      Abd. Rahman al-Nahlawy
Tujuan akhir pendidikan Islam adalah; (1) Memperkenalkan kepada generasi muda akan akidah Islam, dasar, asal-usul, serta cara melaksanakannya, dengan membiasakan mereka berhati-hati mematuhi akidah agama, menjalankan serta menghormati syi’ar agama, (2) Menumbuhkan kesadaran yang betul pada pelajar terhadap agama, termasuk prinsip dan dasar akhlak mulia. (3) Menanamkan keimanan kepada Allah pencipta alam, malaikat, rasul, kitab, dan hari akhirat berdasarkan paham kesadaran dan perasaan. (4) Menumbuhkan miat generasi muda untuk menambah pengetahuan dalam adab dan pengetahuan keagamaan, serta mengikuti hukum agama dengan kecintaan dan kerelaan. (5) Menanamkan rasa cinta dan penghargaan kepada al-Quran, serta membaca, memahami, dan mengamalkan ajarannya dengan baik. (6) Menumbuhkan rasa bangga terhadap sejarah dan kebudayaan Islam, serta pahlawannya dan mengikuti jejak mereka. (7) Menumbuhkan rasa rela, optimisme, percaya diri, tanggung jawab, menghargai kewajiban, tolong menolong atas kebaikan dan taqwa, kasih sayang, cinta kebaikan, sabar, berjuang untuk kebaikan, memegang teguh pada prinsip, berkorban untuk agama, tanah air, dan siap untuk membelanya. (8) Mendidik naluri, motivasi, keinginan generasi muda dan menguatkannya dengan akidah dan nilai, dan membiaskan mereka mengarahkan motivasinya, mengatur emosi dan membimbingnya dengan baik. Bengitu juga mengajar mereka berpegang dengan adab sopan-santun pada hubungan dan pergaulan mereka baik di rumah maupun sekolah,  atau di mana saja. (9) Menanamkan iman yang kuat kepada Allah pada diri mereka, perasaan keagamaan, semangat keagaaan, dan akhlak pada diri mereka, serta menyuburkan hati mereka dengan rasa cinta, zikir, takwa, dan takut kepada Allah. (10) Membersihkan hati mereka dari rasa dengki, hasad, irihati, benci, kekasaran, kezaliman, egoisme, tipuan, khianat, nifak, ragu, perpecahan, dan perselisihan. (lihat: Lihat Hasan Langgulung, Manusia dan Pendidikan Suatu Analisa Psikologi dan Pendidikan, (Jakarta: Al-Husna Zikra, 1995), h. 64-65.)
6.      Al-Buthi (1961 : 102)
Ada tujuh macam tujuan umum pendidikan Islam, yaitu: (1) Mencapai keridhaan Allah, menjauhi murka dan siksaan-Nya dan melaksanakan pengabdian yang tulus ikhlas kepada-Nya. Tujuan ini dianggap induk dari segala tujuan pendidikan Islam. (2) Mengangkat tarap akhlak  dalam masyarakat berdasarkan pada agama yang diturunkan untuk membimbing masyarakat ke arah yang diridhai oleh Nya. (3) Memupuk rasa cinta tanah air pada diri manusia berdasar pada agama yang diturunkan untuk membimbing masyarakat ke arah yang diridhai-Nya. (4) Memupuk rasa cinta tanah air pada diri manusia berdasar pada ajaran agama dan ajaran-ajaran yang dibawanya, begitu juga mengajar manusia kepada nilai-nilai dan akhlak yang mulia. (5) Mewujudkan ketentraman di dalam jiwa dan akidah yang dalam, penyerahan dan kepatuhan yang ikhlas kepada Allah SWT. (6) Memelihara bahasa dan kesusastraan Arab sebagai bahasa Al-Quran, dan sebagai wadah dan unsur kebudayaan Islam yang paling menonjol, menyebarkan kesadaran Islam yang sebenarnya dan menunjukkan hakikat agama atas keberhasilan dan kecemerlangannya, dan (7) Meneguhkan perpaduan tanah air dan menyatukan barisan melalui usaha menghilangkan perselisihan, bergabung dan kerja sama dalam rangka prinsip-prinsip dan kepercayaan-kepercayaan Islam yang terkandung dalam Al-Quran dan Sunnah. (lihat: Hasan Langgulung, Manusia dan Pendidikan, h. 62-63).
7.      Syed-Sajjad Husein dan Syed Ali Ashraf
Tujuan pendidikan Islam dalam al-Quran dapat dibagi menjadi empat bagian: Pertama, mengenalkan manusia akan peranannya di antara semua makhluk dan tanggungjawab pribadinya dalam kehidupan ini. Kedua, mengenalkan manusia akan interaksi sosial dan tanggungjawabnya dalam tata hidup bermasyarakat. Ketiga, mengenalkan manusia akan alam ini dan mengajak mereka untuk mengetahui hikmah ciptaannya serta memberi kemungkinan kepada mereka untuk mengambil manfaat dari alam tersebut. Keempat, mengenalkan manusia akan pencipta alam ini dan memerintahkan beribadah kepada-Nya. (Lihat: Muhammad Fadhil Al-Jamali, Filsafat Pendidikan dalam Al-Quran, (Surabaya: PT Bina Ilmu, 1986), h. 3).
8.      Umar Muhammad al-Toumi al-Syaibani
Tujuan khas pendidikan Islam itu meliputi: (1) Memperkenalkan kepada generasi muda akan aqidah-aqidah Islam, dasar-dasarnya, asal-usul ibadah, dan cara-cara melaksanakannya dengan betul dengan membiaskan mereka  berhati-hati mematuhi akidah-akidah agama dan menjalankan serta menghormati syi’ar-syi’ar agama. (2) Menumbuhkan kesadaran yang betul pada diri pelajar terhadap agama, termasuk prinsip-prinsip dan dasar-dasar akhlak yang mulia. Begitu juga menyadarkannya akan bid’ah-bid’ah, khurafat-khurafat, kepalsuan-kepalsuan dan kebiasaan-kebiasaan usang yang melekat kepada Islam itu tanpa disadari, padahal Islam itu bersih. (3) Menanamkan keimanan kepada Allah SWT. pencipta alam, kepada malaikat, Rasul-rasul, kitab-kitab, dan hari akhirat berdasarkan paham kesadaran dan kehalusan perasaan. (4) Menumbuhkan minat generasi muda untuk menambah pengetahuan dalam adab dan pengetahuan keagamaan, dan untuk mengikuti hukum-hukum agama dengan kecintaan dan kerelaan. (5) Menanamkan rasa cinta dan penghargaan kepada Al-Quran, berhubung dengannya, membacanya dengan baik, memahaminya, dan mengamalkan ajaran-ajarannya. (6) Menumbuhkan rasa bangga terhadap sejarah dan kebudayaan Islam dan pahlawan-pahlawannya, serta mengikuti jejek mereka. (7) Menumbuhkan rasa rela, optimisme, kepercayaan diri, tanggungjawab, menghargai kewajiban, tolong-menolong atas kebaikan dan takwa, kasih sayang, cinta kebaikan, sabar, perjuangan untuk kebaikan, memegang teguh pada prinsip, berkorban untuk agama dan tanah air serta bersiap membelanya. (8) Mendidik naluri, motivasi, keinginan generasi muda, membentengiya dengan akidah dan nilai-nilai, membiasakan mereka menahan motivasi-motivasinya, mengatur emosi dan membimbingnya dengan baik. Begitu juga mengajar mereka berpegang pada adab kesopanan dalam hubungan dan pergaulan mereka, baik di rumah atau sekolah, di jalanan atau di lain bidang dan lingkungan. (9) Menanamkan iman yang kuat kepada Allah SWT. dalam diri mereka, menguatkan perasaan agama dan dorongan agama serta akhlak dalam diri mereka, menyuburkan hati dengan kecintaan, zikir, takwa, dan takut kepada Allah. (10) Membersihkan hati dari dengki, hasat, iri hati, benci, kekasaran, kezaliman, egoisme, tipuan, khianat, nifak, perpecahan, dan perselisihan. (lihat: Umar Muhammad al-Toumi al-Syaibani, Filsafat Pendidikan Islam terjemahan Hasan Langgulung, (Jakarta: Bulan Bintang, 1979), h. 422-424).
9.      Ibn Khaldun
Tujuan pendidikan Islam sebagai berikut: (1) Mempersiapkan seseorang dari segi keagamaan, yaitu mengajarkan syi’ar-syi’ar  agama menurut Al-Quran dan sunnah sebab dengan jalan itu potensi iman itu memperkuat, sebagaimana halnya dengan potensi-potensi lain yang jika mendarah daging, maka ia seakan-akan menjadi fitrah. (2) Mempersiapkan seseorang dari segi akhlak. (3) Menyiap seseorang dari segi kemasyarakatan atau sosial. (4) Menyiapkan seseorang dari segi vokasional atau pekerjaan. Dikatakannya, bahwa mencari dan menegakkan hidupnya untuk mencari pekerjaan, sebagaimana ditegaskan pentingnya pekerjaan sepanjang umur manusia, sedangkan pengajaran atau pendidikan dianggapnya termasuk di antara ketrampilan-ketrampilan itu. (5) Menyiapkan seseorang dari segi pemikiran sebab dengan pemikiranlah seseorang dapat memegang berbagai pekeraan dan pertukaran atau ketrampilan tertentu. (6) Menyiapkan seseorang dari segi kesenian. Kesenian di sini termasuk musik, sya’ir, seni bina, dan lain-lain. (Lihat: Moh. Amin, Pengantar Ilmu Pendidikan Islam, (Pasuruan: GBI Anggota Ikapi), 1992), h. 27-28)
10. Jusuf Amir Faisal
Tujuan pendidikan Islam itu dapat dipecah menjadi tujuan-tujuan berikut: (1) Membentuk manusia muslim yang dapat melaksanakan ibadah mahdhah. (2) Membentuk manusia muslim yang di samping dapat melaksanakan ibadah mahdhah dapat juga melaksanakan ibadah muamalah dalam kedudukannya sebagai orang perorang atau sebagai anggota masyarakat dalam lingkungan tertentu. (3) Membentuk warga negara yang bertanggungjawab kepada masyarakat dan bangsanya dalam rangka bertanggungjawab kepada Allah Penciptanya. (5) Membentuk dan mengembangkan tenaga profesional yang siap dan terampil atau tenaga setengah terampil untuk memungkinkan  memasuki tekno struktur masyarakatnya. (6) Mengembangkan tenaga ahli di bidang ilmu (agama dan ilmu-ilmu islami lainnya).(Lihat: Jusuf Amir Faisal,  Reorientasi  Pendidikan Islam, (Jakarta: Gema Insani Press, 1995), h. 96).




You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook