PENGERTIAN KURIKULUM PENDIDIKAN

15.39





Kurikulum’ dalam bahasa Latin mempunyai kata akar ‘curere’. Kata ini bermaksud ‘laluan’ atau ‘jejak’. Secara yang lebih luas pula maksudnya ialah ‘jurusan’ seperti dalam rangkai kata jurusan peperangan’. Perkataan’kurikulum’ dalam bahasa Inggris mengandungi pengertian ‘jelmaan’ atau  ‘metamorfosis’. Paduan makna kedua bahasa ini menghasilkan makna bahawa perkataan kurikuluin’ ialah ‘laluan dan satu peringkat ke satu peningkat’. Perluasan makna ini memberikan pengertian ‘kurikulum’ dalam perbendaharaan kata pendidikan bahasa Inggris sebagai jurusan pengkajian yang diikuti di sekolah.(Kliebard, 1982)
Secara Etimologis Webster’s Third New International Distionery menyebutkan kurikulum berasal dari kata curere dalam bahasa latin Currerre yang berarti : 1. Berlari cepat 2. Tergesa-gesa 3. Menjalani . Currerre dikatabendakan menjadi Curriculum yang berarti : 1. Lari cepat, pacuan, balapan berkereta, berkuda, berkaki 2. Perjalanan, suatu pengalaman tanda berhenti 3. Lapangan perlombaan, gelanggang, jalan Berawal dari makna “curere” kurikulum berdasarkan istilah diartikan sebagai “Jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari mulai dari start sampai finish untuk memperoleh medali atau penghargaan”. Pengertian tersebut kemudian diadaptasikan ke dalam dunia pendididikan dan diartikan sebagai “Sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh seorang siswa dari awal hingga akhir program demi memeroleh ijazah” Di Indonesia istilah “kurikulum” boleh dikatakan baru menjadi populer sejak tahun lima puluhan, yang dipopulerkan oleh mereka yang memperoleh pendidikan di Amerika Serikat. Kini istilah itu telah dikenal orang di luar pendidikan.
Adapun secara terminologi, akan dikutip beberapa pendapat dari para pakar dan institusi kependidikan; sebagai berikut:
1.     Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (BSNP 2006:5).
2.     Sisdiknas No. 20 Tahun 2003
Kurikulum didefinisikan  sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan dalam penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya pada dan setiap tahun pendidikan kegiatan belajar mengajar. (Zaenal Arifin, Pegembangan Manajemen Mutu Kurikulum Pendidikan Islam ( Jogjakarta: DIVA Press, t.th)  h.36.
3.      S. Nasution
Kurikulum adalah suatu rencana yang disusun untuk melancarkan proses belajar mengajar dibawah bimbingan dan tanggung jawab sekolah (Asep Jihad : 2008: 2)
4.     Saylon J. Galen dan William N. Alexander
Kurikulum adalah keseluruhan usaha sekolah untuk mempengaruhi belajar baik berlangsung di kelas, dihalaman maupun luar sekolah (Asep Jihad, 2008: 1)
5.     Ralp Tyler
Kurikulum adalah semua pelajaran- pelajaran murid yang direncanakan dan dilakukan oleh pihak sekolah untuk mencapai tujuan- tujuan pendidikannya (Asep Jihad, 2008: 1).
6.     Ronald C. Doll (1974)
“ …the curriculum has changed from content of courses study and list of subject and courses to all experiences which are offered to learners under the auspices or direction of school.
7.     Hilda Taba (1962)
A curriculum usually contains a statement of aims and of specific objectives; it indicates some selection and organization of content; it either implies or manifests certain patterns of learning and teaching, whether because the objectives demand them or because the content organization requires them. Finally, it includes a program of evaluation of the outcomes”. Pengertian kurikulum menurut Hilda Taba menekankan pada tujuan suatu statemen, tujuan-tujuan khusus, memilih dan mengorganisir suatu isi, implikasi dalam pola pembelajaran dan adanya evaluasi.
8.     Unruh dan Unruh (1984)
Curriculum is defined as a plan for achieving intended learning outcomes: a plan concerned with purposes, with what is to be learned, and with the result of instruction”(kurikulum merupakan suatu rencana untuk keberhasilan pembelajaran yang di dalamnya mencakup rencana yang berhubungan dengan tujuan, dengan apa yang harus dipelajari, dan dengan hasil dari pembelajaran).
9.     Olivia (1997)
The curriculum as a program, a plan, content, and learning experiences, whereas we may characterize instruction as methods, the teaching act, implementation, and presentation”. Olivia termasuk orang yang setuju dengan pemisahan antara kurikulum dengan pengajaran dan merumuskan kurikulum sebagai a plan or program for all the experiences that the learner encounters under the direction of the school.
10.                        Dool (1993)
Education and curriculum have borrowed some concepts from the stable, nonechange concept - for example, children following the pattern of their parents, IQ as discovering and quantifying an innate potentiality. However, for the most part modernist curriculum thought have adopted the closed version, one where - trough focusing - knowledge is transmitted, transferred. This is, I believe, what our best contemporary schooling is all about. Transmission frames our teaching-learning process”.
11.                        Romine (1954)
Curriculum is interpreted to mean all of the organized courses, activities, and experiences wich pupils have under direction of the school, whether in the classroom or not.” Implikasi perumusan di atas adalah sebagai berikut: 1. Tafsiran tentang kurikulum bersifat luas, karena kurikulum bukan hanya terdiri atas mata pelajaran (courses), tetapi meliputi semua kegiatan dan pengalaman yang menjadi tanggung jawab sekolah. 2. Sesuai dengan pandangan ini, berbagai kegiatan di luar kelas (yang dikenal dengan ekstrakurikulum) sudah tercakup dalam pengertian kurikulum. Oleh karena itu, tidak ada pemisahan antara intra dan ekstrakurikulum. Begitu pula halnya dengan college preparatory curriculum, vocational curriculum, dan geral curriculum, semuanya sudah tercakup dalam pengertian kurikulum seperti yang dikemukakan tadi. 3. Pelaksanaan kurikulum tidak hanya dibatasi pada keempat dinding kelas saja, melainkan dilaksanakan baik di dalam kelas maupun di luar kelas, sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. 4. Sistem penyampaian yang digunakan oleh guru disesuaikan dengan kegiatan atau pengalaman yang akan disampaikan. Oleh karena itu, guru hanya mengadakan berbagai kegiatan belajar mengajar yang bervariasi, sesuai dengan kondisi siswa. 5. Tujuan pendidikan bukanlah untuk menyampaikan mata pelajaran (courses) atau bidang pengetahuan yang tersusun (subjetc), melainkan pembentukan pribadi anak atau belajar cara hidup di dalam masyarakat.
Pendapat ini mengemukakan tafsiran kurikulum dalam arti luas, dimana kurikulum tidak hanya terdiri atas mata pelajaran (courses), tetapi meliputi semua kegiatan dan pengalaman yang menjadi tanggung jawab sekolah. Sesuai dengan pendapat ini, berbagai kegiatan di luar kelas (yang dikenal dengan ekstrakurikulum) sudah tercakup dalam pengertian kurikulum. Oleh karena itu tidak ada pemisah antara intra dan ektstrakurikulum.

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook